cinta adalah sesuatu anugerah yang indah. dia bahkan bisa membangunkan saya dari tidur seratus tahun saya yang gelap. dan karena cinta sampai saat ini kita masih bisa hidup dan berdiri didunia ini untuk menjalani hari-hari kita. tapi kenapa banyak yang menyangka diluar sana, cinta itu "BUTA". banyak yang bilang hanya karena cinta dia bisa melakukan segalanya. dari cara yang masuk akal, sampai cara yang tidak masuk akal semua dapat dilakukannya. cinta itu jadi sebuah pencitraan mimpi buruk dan momok menakutkan, dia tidak mengenal lagi persahabatan dan bahkan memangsa sesama untuk untuk mendapatkan "ratu misteri" dalam hidupnya, sebagaian besar orang berkata seperti itu.
geram rasanya diri ini terbakar amarah. banyak diluar sana berbicara soal cinta seakan dia paling mengerti, paling paham dengan cinta, dan berdiri congkak dengan dada membusung atas bualan kosongnya. sama seperti banyak band yang menyuapi kita dengan lagu cinta yang tak jelas dengan arah dan akan artinya sebuah cinta. dan sampai akhirnya cinta mungkin sekarang mempunyai pandangan menakutkan yang ditunjukan kepada dia.
saya memang bukan seorang pujangga cinta yang sangat mengerti apa artinya cinta itu. setidaknya saya tidak mengumbar berbicara bodoh dengan sangat percaya diri tentang hal ini, agar terlihat seperti orang yang hebat. padahal sama sekali tidak ada makna atau nol.
mungkin setelah ada yang melihat tulisan ini dan membacanya, banyak yang tidak suka kepada saya dan membenci karena mereka menganggap saya sok pintar dan paling tahu. silahkan, silahkan pergi dan kutuk saya sebagai orang bodoh banyak bicara. karena cinta buat saya adalah "INDAH". bukan sesuatu hal untuk saling menyakiti. cinta adalah sebuah bumbu, isi yang sebenarnya adalah sebuah kasih dan sayang.
lalu kenapa banyak dari mereka mengatakan cinta itu "BUTA" ? cinta itu "BUTA" karena digerakan oleh rasa "NAFSU" bukan dengan "KASIH SAYANG". dan sudah jelas disini, jika banyak yang bergerak atas dasar tidak sehat karena digelapkan dengan rasa nafsu.
dan cinta itu tidak ber'ALASAN, karena ketika kamu menemukan alasan didalamnya, itu bukanlah cinta tapi itu adalah NAFSU atau kamu perhitungan. dan yang lebih penting lagi, cinta itu tidak perlu sebuah "PENGORBANAN", karena jika sesuatu dilakukan dengan rasa berkorban maka sebenarnya cinta itu tidak pernah ada. karena digerakan dengan harapan sebuah imbalan yang bernama cinta.
dan dunia akan berakhir, ketika seseorang sudah tidak percaya lagi dengan cinta. dan kenapa saya dapat membicarakan tentang hal ini ? karena cintalah yang dapat menghidupkan saya. pahamilah dan carilah sendiri artinya. "CHEERS"
Senin, 23 Mei 2011
Jumat, 15 April 2011
Tempat Saya Terdiam, Tempat Saya Bertahan
Saya hanyalah seseorang anak kecil yang menjalani kehidupan sesuai dengan kaki saya melangkah, badan saya bergerak, tangan saya mengayun, setiap hirupan nafas bebas saya, dan sesuai dengan apa yang saya rasakan tidak mengekang saya. mungkin saya adalah hanya seorang anak kemarin yang kalian anggap pecundang, kalian anggap bodoh, kalian anggap berandalan seperti layaknya pemberontak yang selalu melawan apapun yang ada dihadapannya.
Apakah bisa hanya menilai orang dari sebelah mata ? dimatanya, mungkin mereka hanya melihat sosok sebuah kegagalan, bahkan kehancuran sekali pun. mereka hanya peduli pada perasaan mereka saja dan tidak peduli jika saya berdarah sekali pun. dan semua kata-kata itu selalu bergema keras didalam telinga saya, selalu ada diruang kepala saya dan selalu tersimpan baik di kepala. lalu saya hanya termenung dan menatap langit luas terkadang dengan sedikit mata berkaca-kaca. terkadang rasa itu hampir membuat saya terasa seperti ingin terbunuh. tapi saya masih memilik harapan yang besar setiap kali saya merasakan itu. tetap berdiri tegak, dimana tempat saya harus berdiri.
Saya bukan mereka, saya bukan dia, saya bukanlah apa yang kalian ingin ciptakan. tapi saya adalah diri saya sendiri! saya seseorang yang mempunyai kelebihan dan kekurangan dengan jalan yang berbeda dari mereka. merasa bebas tidak terkekang tapi mempunyai batasan dan tanggung jawab yang tidak menginjak hak hidup orang lain.
Apakah tidak wajar jika saya geram, apakah tidak wajar jika saya melawan, apakah saya bukan manusia yang mempunyai perasaan ? saya hanya tidak mau terus hidup hanya ditempat lampu yang saya buat.
Teruslah marah kepada saya, teruslah membenci saya, teruslah memaki saya, teruslah anggap saya gila dan aneh sekali pun. semakian kalian membuat saya sangat lemah, dan setiap kali kalian melakukanya lagi dan lebih dari itu. semakian kalian menciptakan saya menjadi seseorang yang sangat jauh lebih kuat. sampai saya tetap bisa senyum kepada kalian, peduli terhadap kalian, bahkan menebarkan kasih sayang kepada kalian.
Teruslah membuat saya terjatuh, karena itu saya semakin tahu bagaimana caranya untuk bangkit. dan untuk terus peduli terhadap orang-orang yang membenci saya sekalipun.
Saya bukan manusia yang sempurna, tapi inilah saya yang kalian lihat!
Apakah bisa hanya menilai orang dari sebelah mata ? dimatanya, mungkin mereka hanya melihat sosok sebuah kegagalan, bahkan kehancuran sekali pun. mereka hanya peduli pada perasaan mereka saja dan tidak peduli jika saya berdarah sekali pun. dan semua kata-kata itu selalu bergema keras didalam telinga saya, selalu ada diruang kepala saya dan selalu tersimpan baik di kepala. lalu saya hanya termenung dan menatap langit luas terkadang dengan sedikit mata berkaca-kaca. terkadang rasa itu hampir membuat saya terasa seperti ingin terbunuh. tapi saya masih memilik harapan yang besar setiap kali saya merasakan itu. tetap berdiri tegak, dimana tempat saya harus berdiri.
Saya bukan mereka, saya bukan dia, saya bukanlah apa yang kalian ingin ciptakan. tapi saya adalah diri saya sendiri! saya seseorang yang mempunyai kelebihan dan kekurangan dengan jalan yang berbeda dari mereka. merasa bebas tidak terkekang tapi mempunyai batasan dan tanggung jawab yang tidak menginjak hak hidup orang lain.
Apakah tidak wajar jika saya geram, apakah tidak wajar jika saya melawan, apakah saya bukan manusia yang mempunyai perasaan ? saya hanya tidak mau terus hidup hanya ditempat lampu yang saya buat.
Teruslah marah kepada saya, teruslah membenci saya, teruslah memaki saya, teruslah anggap saya gila dan aneh sekali pun. semakian kalian membuat saya sangat lemah, dan setiap kali kalian melakukanya lagi dan lebih dari itu. semakian kalian menciptakan saya menjadi seseorang yang sangat jauh lebih kuat. sampai saya tetap bisa senyum kepada kalian, peduli terhadap kalian, bahkan menebarkan kasih sayang kepada kalian.
Teruslah membuat saya terjatuh, karena itu saya semakin tahu bagaimana caranya untuk bangkit. dan untuk terus peduli terhadap orang-orang yang membenci saya sekalipun.
Saya bukan manusia yang sempurna, tapi inilah saya yang kalian lihat!
Sabtu, 26 Februari 2011
Bukan Tentang Kecil Ataupun Besar
saya mau mengingatkan kembali masa-masa waktu dulu saya masih seorang bocah atau lebih tepatnya masih mengenakan seragam sma. ya walaupun sampai saat ini saya masih tetep seorang bocah. dulu kalau di ingat saya adalah seseorang yang sangat bisa di bilang dengan sebutan cuek atau kurang peduli terhadap sesuatu hal yang tidak nampak terlalu besar dampaknya dimata saya. lalu hal ini yang menyebabkan saya selalu malas atau berpikir dua kali untuk melakukannya. karena saya pikir, untuk apa melakukan hal yang susah atau rumit dimulai dari yang tidak terlalu besar dampaknya. lebih baik lakukan hal yang terlihat jauh lebih besar dan nyata. karena ini lebih baik dari pada harus memulai sesuatu hal yang tidak terlalu penting. pada awalnya saya berpikir yang saya lakukan ini adalah sesuatu hal yang benar. mungkin kalau kata anak sekarang, "kalau ada yang lebih besar buat apa harus melewati atau mengambil yang kecil".
lalu suatu saat, mungkin karena saya masih sering melakukan hal yang satu ini dalam waktu yang lama. sesuatu kejadian datang untuk mengingatkan saya akan hal ini. sesuatu yang saya namakan besar dan kecil. lalu kejadian itu seperti memukul lalu mengajarkan saya, seakan dia berkata: "hey nak ini semua bukan bagaimana kamu melakukan sesuatu yang sia-sia antara hal yang kecil dan besar. tidak akan ada yang pernah langsung menjadi apa yang kamu pikirkan". lalu saya dibuatnya mulai berpikir tentang ini dan tentang kemalasan saya atau kesombongan yang seakan meremehkannya. sedikit demi sedikit kesombongan saya mulai runtuh dan kepala saya mulai berpikir. awalnya sesuatu hal yang saya anggap kecil dan saya remehkan ini seperti membuat serangan balik kepada saya.
pada suatu ketika saya sedang belajar atau mendalami keahlian dibidang saya. lalu kami disuruh mengalami dan memulai dari sesuatu yang dianggap sangat mudah atau dianggap remeh. lalu apa yang saya alami? yup, ternyata dia dengan mudah membungkam mulut dan kesombongan saya. pada awalnya ini saya anggap, "kenapa harus mulai dari sini, kita bisa melakukan lebih dari yang ini". lalu saya merasa bosan untuk melakukankannya, karena ini di ibaratkan membuat langkah saya yang seharusnya bisa berjalan lebih jauh tetapi dilakukan dengan pelan. seolah saya ingin pergi dan melakukannya lebih, saya seperti kembali dipanggil, "hey nak kembali, jangan terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan. kita lihat apa yang bisa dilakukan yang satu ini". dan akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk pergi, lalu kembali. perlahan-lahan dari sesuatu yang saya anggap diremehkan ini. dan akhirnya dia menunjukan sesuatu kepada saya. analoginya seperti ini: ternyata sesuatu yang saya anggap, apa yang saya bisa lakukan dengan ini? dari seuatu hal yang saya anggap remeh ini ternyata saya dapat pelajaran. dari hal yang saya lakukan ini, saya bisa mengunakan ini pada tahap yang jauh lebih besar atau tahapan yang lebih hebat lagi. alhasil mulut saya dibungkam dan setelah kejadian itu saya selalu menaruh rasa hormat saya yang besar pada hal yang saya anggap remeh.
pada suatu ketika saya sedang belajar atau mendalami keahlian dibidang saya. lalu kami disuruh mengalami dan memulai dari sesuatu yang dianggap sangat mudah atau dianggap remeh. lalu apa yang saya alami? yup, ternyata dia dengan mudah membungkam mulut dan kesombongan saya. pada awalnya ini saya anggap, "kenapa harus mulai dari sini, kita bisa melakukan lebih dari yang ini". lalu saya merasa bosan untuk melakukankannya, karena ini di ibaratkan membuat langkah saya yang seharusnya bisa berjalan lebih jauh tetapi dilakukan dengan pelan. seolah saya ingin pergi dan melakukannya lebih, saya seperti kembali dipanggil, "hey nak kembali, jangan terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan. kita lihat apa yang bisa dilakukan yang satu ini". dan akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk pergi, lalu kembali. perlahan-lahan dari sesuatu yang saya anggap diremehkan ini. dan akhirnya dia menunjukan sesuatu kepada saya. analoginya seperti ini: ternyata sesuatu yang saya anggap, apa yang saya bisa lakukan dengan ini? dari seuatu hal yang saya anggap remeh ini ternyata saya dapat pelajaran. dari hal yang saya lakukan ini, saya bisa mengunakan ini pada tahap yang jauh lebih besar atau tahapan yang lebih hebat lagi. alhasil mulut saya dibungkam dan setelah kejadian itu saya selalu menaruh rasa hormat saya yang besar pada hal yang saya anggap remeh.
untuk itu lah saya sekarang tidak menamakan mereka besar atau kecil lagi. karena kamu tidak akan pernah tahu rasanya besar kalau tidak dimulai dari sesuatu yang kecil. dan ingat suatu perubahan yang besar juga dilakukan dari sesuatu hal yang kecil. sejak itu saya melakukan apapun sesuatu harus dimulai dari step by step dan tidak meremahkannya lagi. karena jangan pernah meremehkan sesuatu hal yang kecil jika kamu ingin menjadi sesuatu yang besar. karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari itu.
Rabu, 26 Januari 2011
Ini Adalah Cara Saya
beberapa hari ini banyak yang memperhatikan dan berkata tentang bagaimana saya menghadapi proses pendidikan yang sedang saya jalani. mungkin belakang ini saya kurang memiliki nilai yang bagus dan mungkin dianggap bodoh atau tidak mempunyai niat untuk melakukannya. tapi saya tidak terlalu defensif untuk menanggapinya dan bersikap wajar saja. kata-kata yang keluar itu, mungkin dari mereka yang memiliki nilai bagus dan mencoba untuk mengingatkan saya untuk tidak menggampangkannya. dan saya menghargai itu, lalu saya senang karena mereka masih peduli terhadap saya untuk diingatkan. tapi yang saya tidak suka adalah ketika mereka mencoba untuk menghakimi saya terlalu jauh dari apa yang mereka bayangkan.
lalu apakah ini semua tentang bagaimana kepintaran orang dapat di nilai dari selembar kertas ? saya rasa semua ini adalah tentang selembar kertas yang terlalu diagungkan. mereka semua berpikir tentang ini. bagaimana tentang pentingnya sebuah nilai itu diatas kertas. bagaimana dengan semua tentang pentingnya keahlian atau kemampuan, yang akan benar-benar digunakan dalam dunia yang akan nanti kita jalani. apakah kita melupakan satu hal ini ? lalu ketika kita mulai untuk menjelajahi dunia kita, adakah orang yang akan mengatakan seperti ini "apa keahlian yang kamu miliki, dan lalu apakah kamu akan menjawab : saya hanya punya selembar kertas ini tapi saya tidak punya satu pun keahlian". saya hanya mengindetifikasi rencana saya kedepan jika mereka semua menyangka saya tidak punya tujuan seperti yang mereka bilang. saya akan membuat pilihan jika sesuatu akan membawa saya semakin tenggelam jauh kebawah. dan saya tidak mau terus berada di zona aman dan bermain terlalu aman, yang dalam artinya saya terus mendapatkan sebuah nilai bagus diatas kertas dan lulus dengan cepat. lalu saya akan berkata, ''saya akan memilih jalan saya sendiri untuk mencapai sesuatu, dan terserah dengan cara kalian".
semua mempunyai cara masing-masing untuk berjalan. hidup ini adalah tentang bagaimana kita berani mengambil sebuah tindakan yang belum terbiasa dilakukan. dan kita menjalani hidup didunia ini penuh dengan segala resiko, setiap kali kita akan melangkah maju. lalu kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit, dan kita hanya bisa memilih salah satunya. ini lah yang saya lakukan mengambil resiko walaupun terkadang sulit untuk bisa menjalankan keduanya. sudah pasti jika keadaan seperti ini, harus ada yang sedikit dikorbankan.
ini adalah bagaimana orang-orang yang membenci untuk cara yang saya lakukan. jika bicara tidak dengan fakta, lebih baik kalian diam dan tidak perlu menghakimi cara orang lain. ini bukan bagaimana saya menunjukan cara saya membusungkan dada dan mengangkat dagu saya setinggi mungkin. tapi ini adalah bagaimana saya menunjukan untuk meningkatkan suara saya setiap kali mereka mencoba menutup mulut saya dan menghentikan cara saya untuk melakukan itu. saya tidak mau berdebat dengan mereka, ketika mereka mencoba memaksa untuk melakukan itu. saya lebih memilih menghindar untuk disebut terlalu sombong dan besar kepala. karena tulus itu diam, dan diam adalah emas. jadi lebih baik saya tidak terlalu banyak bicara. jika saya bicara itu hanya membuat saya nampak sedikit lebih baik kelihatannya. dan saya lebih memilih waktu yang akan menjawab semua pertanyaan dari mereka.
lalu apakah ini semua tentang bagaimana kepintaran orang dapat di nilai dari selembar kertas ? saya rasa semua ini adalah tentang selembar kertas yang terlalu diagungkan. mereka semua berpikir tentang ini. bagaimana tentang pentingnya sebuah nilai itu diatas kertas. bagaimana dengan semua tentang pentingnya keahlian atau kemampuan, yang akan benar-benar digunakan dalam dunia yang akan nanti kita jalani. apakah kita melupakan satu hal ini ? lalu ketika kita mulai untuk menjelajahi dunia kita, adakah orang yang akan mengatakan seperti ini "apa keahlian yang kamu miliki, dan lalu apakah kamu akan menjawab : saya hanya punya selembar kertas ini tapi saya tidak punya satu pun keahlian". saya hanya mengindetifikasi rencana saya kedepan jika mereka semua menyangka saya tidak punya tujuan seperti yang mereka bilang. saya akan membuat pilihan jika sesuatu akan membawa saya semakin tenggelam jauh kebawah. dan saya tidak mau terus berada di zona aman dan bermain terlalu aman, yang dalam artinya saya terus mendapatkan sebuah nilai bagus diatas kertas dan lulus dengan cepat. lalu saya akan berkata, ''saya akan memilih jalan saya sendiri untuk mencapai sesuatu, dan terserah dengan cara kalian".
semua mempunyai cara masing-masing untuk berjalan. hidup ini adalah tentang bagaimana kita berani mengambil sebuah tindakan yang belum terbiasa dilakukan. dan kita menjalani hidup didunia ini penuh dengan segala resiko, setiap kali kita akan melangkah maju. lalu kita akan dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit, dan kita hanya bisa memilih salah satunya. ini lah yang saya lakukan mengambil resiko walaupun terkadang sulit untuk bisa menjalankan keduanya. sudah pasti jika keadaan seperti ini, harus ada yang sedikit dikorbankan.
ini adalah bagaimana orang-orang yang membenci untuk cara yang saya lakukan. jika bicara tidak dengan fakta, lebih baik kalian diam dan tidak perlu menghakimi cara orang lain. ini bukan bagaimana saya menunjukan cara saya membusungkan dada dan mengangkat dagu saya setinggi mungkin. tapi ini adalah bagaimana saya menunjukan untuk meningkatkan suara saya setiap kali mereka mencoba menutup mulut saya dan menghentikan cara saya untuk melakukan itu. saya tidak mau berdebat dengan mereka, ketika mereka mencoba memaksa untuk melakukan itu. saya lebih memilih menghindar untuk disebut terlalu sombong dan besar kepala. karena tulus itu diam, dan diam adalah emas. jadi lebih baik saya tidak terlalu banyak bicara. jika saya bicara itu hanya membuat saya nampak sedikit lebih baik kelihatannya. dan saya lebih memilih waktu yang akan menjawab semua pertanyaan dari mereka.
Senin, 17 Januari 2011
Apa Tidak Ada Lagi Yang Berbeda
kenapa, kenapa begitu banyak salah yang dibenarkan didunia ini. apakah kita terlalu berpikir sangat benar. apakah kita tak punya banyak waktu untuk memikirkan semua itu. terlalu sulitkah kita berjalan tanpa semua kenyamanan. apa mereka semua berpikir hidup hanya lah tentang satu sisi. tidak menganggap adanya sebuah sisi lain untuk dirasakan. dan kita tidak dapat menerima semua hal yang tak seperti biasanya datang. apa meraka hanya tau bagaimana diperlakukan dan memperlakukan seperti apa yang dilihat dan dirasakan. mungkin disekitar ini sudah ada sebuah penjara pikiran.
tidak ada lagi kah semua yang nampak berbeda didunia ini? jika semua hidup haruslah sesuai dengan apa yang kita pikirkan sama, untuk apa adanya dunia ini untuk dijalani. kita ini bukan sebuah masa lalu, dan kita juga bukanlah sebuah masa depan. kita adalah kita seperti yang dilihat seperti sekarang ini. hidup dan belajar pada sebuah satu set aturan yang baru. waktu tidak dapat kita lawan untuk berhenti dan waktu juga tidak dapat kita lawan untuk berjalan terlalu cepat. tak akan ada yang pernah membawa hidup kita untuk pergi kebawah dan semakin terlalu kebawah.
kita tak akan pernah berhenti berjalan ketika waktu berlari terlalu cepat dirasakan. apakah kita akan tenggelam dengan semua ini. lalu berkata, itu terlalu muluk untuk dapat dilakukan. dan kita masih menganggap ini sebuah lelucon yang sangat buruk untuk dikatakan? biarkan waktu yang akan menyadarkan ini sebuah penyesalan yang pasti datang.
tidak ada lagi kah semua yang nampak berbeda didunia ini? jika semua hidup haruslah sesuai dengan apa yang kita pikirkan sama, untuk apa adanya dunia ini untuk dijalani. kita ini bukan sebuah masa lalu, dan kita juga bukanlah sebuah masa depan. kita adalah kita seperti yang dilihat seperti sekarang ini. hidup dan belajar pada sebuah satu set aturan yang baru. waktu tidak dapat kita lawan untuk berhenti dan waktu juga tidak dapat kita lawan untuk berjalan terlalu cepat. tak akan ada yang pernah membawa hidup kita untuk pergi kebawah dan semakin terlalu kebawah.
kita tak akan pernah berhenti berjalan ketika waktu berlari terlalu cepat dirasakan. apakah kita akan tenggelam dengan semua ini. lalu berkata, itu terlalu muluk untuk dapat dilakukan. dan kita masih menganggap ini sebuah lelucon yang sangat buruk untuk dikatakan? biarkan waktu yang akan menyadarkan ini sebuah penyesalan yang pasti datang.
Jumat, 14 Januari 2011
Diatas Semua Keindahan
malam adalah waktu dimana kita menebarkan kesenangan
tanpa memberikan kesempatan pada waktu yang berjalan untuk dirasakan
begitu banyak yang di ceritakan dan terbang terbawa oleh tawa
suara bagai langit, bentuk wajah pada jutaan warna yang indah
kita tahu bagaimana untuk menjalani semua ini
menggenggam dunia ini dengan kedua tangan
banyak jalan untuk dilalui tanpa gambaran
datang untuk bagaimana kita tahu cara menghentikannya itu
lalu berhenti begitu saja tanpa bisa dipikirkan banyak waktu
kita bahkan tak pernah menyakiti terlalu dalam
begitu banyak kesenangan yang kita letakan dalam pikiran ini
tapi ini tidak bisa membuat kita untuk menghabisi semua hari sepanjang malam
saya pikir ini pun nampak terlalu cepat kita rasakan
berlari dengan cepat, bahkan itu tak mampu untuk mengejar semua ini
sekarang semua akan menjadi sebuah cerita untuk dirasakan
sekarang hanya bisa menulis dengan pikiran untuk mengatakan itu
kita tak pernah tahu lagi apa yang akan kita lakukan
tahu akan bagaimana berjalan sendiri bukan untuk kesedihan yang akan kita rasakan
ini bukan bagaimana kita menunjukan caranya membenci atas semua ini
tapi ini membiarkan kita untuk terbang dan datang pada kesenangan yang belum terlihat
karena kita tahu, semua akan nampak baik seperti kelihatannya
tanpa memberikan kesempatan pada waktu yang berjalan untuk dirasakan
begitu banyak yang di ceritakan dan terbang terbawa oleh tawa
suara bagai langit, bentuk wajah pada jutaan warna yang indah
kita tahu bagaimana untuk menjalani semua ini
menggenggam dunia ini dengan kedua tangan
banyak jalan untuk dilalui tanpa gambaran
datang untuk bagaimana kita tahu cara menghentikannya itu
lalu berhenti begitu saja tanpa bisa dipikirkan banyak waktu
kita bahkan tak pernah menyakiti terlalu dalam
begitu banyak kesenangan yang kita letakan dalam pikiran ini
tapi ini tidak bisa membuat kita untuk menghabisi semua hari sepanjang malam
saya pikir ini pun nampak terlalu cepat kita rasakan
berlari dengan cepat, bahkan itu tak mampu untuk mengejar semua ini
sekarang semua akan menjadi sebuah cerita untuk dirasakan
sekarang hanya bisa menulis dengan pikiran untuk mengatakan itu
kita tak pernah tahu lagi apa yang akan kita lakukan
tahu akan bagaimana berjalan sendiri bukan untuk kesedihan yang akan kita rasakan
ini bukan bagaimana kita menunjukan caranya membenci atas semua ini
tapi ini membiarkan kita untuk terbang dan datang pada kesenangan yang belum terlihat
karena kita tahu, semua akan nampak baik seperti kelihatannya
Rabu, 12 Januari 2011
Suatu Waktu Berdiri
jika kesenangan adalah sebuah pisau tajam
saya akan menusukan itu tepat di jantung saya
semua hal yang membuat saya terasa terbakar pikiran ini
tidak dapat saya berpaling dari semua ini
dan tetap melakukan untuk dapat menghancurkan setan dalam diri saya
berjalan dengan cepat dan meninggalkan semua di belakang
tapi itu tidak semudah seperti kelihatannya
karena kita tidak dapat berhenti cukup disini
ketika semua sudah berjalan terlalu cepat meninggalkan kita
sebuah gambaran terlalu indah sudah tidak terasa di ruangan ini
jadi apakah saya harus berkata takut untuk ini
saatnya pergi untuk semua keadaan yang berbeda
ketika mereka menganggap ini semua hanya sebuah mimpi
tertawa dalam suatu kehancuran waktu
lalu mengatakan diri ini tak pernah menang
sampai mereka tau bagaimana menutup untuk mulut sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)